Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Awal 2026, PAD Maros Sudah Capai 52M

Muthmainnah Amri
Kamis, 05 Maret 2026
Last Updated 2026-06-05T04:05:04Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

HALOSULSEL.COM, MAROS — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros menunjukkan tren positif pada awal 2026. Hingga Februari, penerimaan PAD telah mencapai Rp52 miliar atau sekitar 14,75 persen dari total target tahun ini sebesar Rp352 miliar.


Capaian tersebut terungkap dalam rapat evaluasi PAD yang digelar di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Jumat, 6 Maret 2026. Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah, menjelaskan penerimaan PAD tersebut berasal dari sejumlah sektor pajak daerah.


Di antaranya pajak hiburan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).


“Pajak hiburan terkumpul Rp330 juta, PBB Rp615 juta, dan BPHTB Rp9,4 miliar,” ujarnya.


Ferdi mengungkapkan, capaian PAD pada awal tahun ini lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ia menyebut sebagian besar penerimaan berasal dari sektor yang dikelola langsung oleh Bapenda.


“Sekitar Rp33 miliar yang dikelola langsung oleh Bapenda,” katanya.


Ia juga menyebut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Meski baru memasuki dua bulan pertama tahun anggaran, Ferdi optimistis penerimaan PAD akan terus meningkat.


Bahkan pada Maret mendatang diperkirakan terjadi kenaikan sekitar 20 persen. Beberapa sektor yang diandalkan untuk mendorong peningkatan PAD di antaranya BPHTB, PBB, dan pajak hiburan.


Menurut Ferdi, potensi peningkatan pajak hiburan juga diperkirakan akan bertambah seiring hadirnya bioskop baru di pusat perbelanjaan Grand Mall Maros.


Selain itu, optimalisasi penerimaan PBB juga terus dilakukan melalui penyesuaian di sejumlah wilayah strategis.


Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya kawasan bandara, Grand Mall, serta sejumlah kawasan industri besar di Maros. Pemkab Maros juga melakukan percepatan distribusi Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) kepada para wajib pajak.


Jika sebelumnya SPT dibagikan pada April, kini dipercepat menjadi Januari.


“Sementara jatuh tempo pembayaran yang biasanya pada September juga dimajukan menjadi Juli,” jelasnya.


Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi penerimaan pajak daerah sepanjang tahun berjalan. Ferdi juga menyoroti potensi tambahan PAD dari kawasan bandara yang kini mulai dimanfaatkan secara maksimal.


“Di bandara dulu penggunaan bangunannya belum maksimal, sekarang sudah dibuka semua aksesnya,” ungkapnya.


Dari sektor tersebut, pemerintah daerah memperkirakan akan ada tambahan penerimaan sekitar Rp2 hingga Rp3 miliar.


Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut positif capaian PAD pada dua bulan pertama tahun ini.


“Untuk evaluasi dua bulan ini kami merespons positif. Teman-teman di Bapenda dan OPD penghasil PAD ada sedikit peningkatan dibanding tahun lalu,” ujarnya.



iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan