Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Hampir 1M, PDAM Maros Serahkan Laba 2025 ke Pemda

M. Amri
Senin, 04 Mei 2026
Last Updated 2026-08-10T02:51:26Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSULSEL.COM,  MAROS – PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros menyerahkan laporan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp928 juta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Selasa (5/5/2026). 


​Penyerahan laporan tersebut berlangsung dalam Rapat Kuasa Pemilik Modal yang dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Direktur PDAM Maros, Muh Shalahuddin, di Ruang Rapat Sekda.


​Direktur PDAM Maros, Muh Shalahuddin mengungkapkan laporan keuangan yang diserahkan telah melalui audit Kantor Akuntan Publik dengan hasil yang memuaskan.


Dengan status keuangan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pertumbuhan laba naik sekitar 200% dibandingkan tahun 2024 yang hanya berkisar Rp380 juta.


​Faktor pendorong peningkatan signifikan ini dipicu oleh kebijakan penyesuaian tarif iuran pelanggan yang mulai efektif berlaku sejak 2024.


​"Ini adalah keuntungan bersih setelah pajak. Alhamdulillah, meski penyesuaian tarif mungkin terasa tidak terlalu besar bagi sebagian pihak, dampaknya sangat nyata pada peningkatan laba kami," ujar Shalahuddin.


​Terkait kontribusi ke kas daerah, Shalahuddin menjelaskan, pembagian dividen masih menunggu keputusan Bupati. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), jatah maksimal bagi hasil adalah 35 persen dari laba bersih.


"Jika mengacu pada aturan 35 persen, maka nilai dividen yang diserahkan ke Pemkab Maros sekitar Rp300 jutaan. Namun, keputusan akhir ada di tangan Pak Bupati," tambahnya.


​Tak sekadar mengejar profit, PDAM Maros tengah tancap gas melakukan pengembangan infrastruktur guna memperluas jangkauan layanan, terutama ke wilayah yang sering mengalami krisis air.


Saat ini tengah dilakukan upgrading kapasitas produksi di IPA Bantimurung dari 120 liter per detik menjadi 180 liter per detik. Proyek ini mencakup pembangunan rumah pompa dan pengadaan genset baru.


Dengan tambahan 60 liter per detik tersebut, distribusi air bersih diharapkan bisa menjangkau wilayah Bontoa secara lebih luas serta memperbaiki kualitas layanan di area perkotaan.


Untuk pengembangan jangka panjang, PDAM Maros mengusulkan anggaran sebesar Rp75 miliar melalui skema pinjaman di Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dana ini akan dialokasikan untuk ​Optimalisasi tiga IPA: Bantimurung, Pattontongan, dan Tanralili. Pengembangan jaringan pipa di Bontoa dan pembangunan booster di Maros Baru.


​"Penambahan jaringan harus diawali dengan penambahan kapasitas air. Tahun ini sarana prasarana mulai dibangun agar masalah air di Bontoa dan sekitarnya bisa teratasi secara bertahap," pungkas Shalahuddin.



iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan