Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Siswi Asal Bulukumba Tewas Terseret Ombak Spot Foto Apparalang Bulukumba, Natizen Sorot Fasilitas Keselamatan

Zahar Zha
Selasa, 09 Juni 2026
Last Updated 2026-06-10T02:44:23Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSULSEL.COM, BULUKUMBA
 -- Wisata alam Apparalang di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan setelah insiden tragis yang merenggut nyawa seorang pengunjung muda. 


Elmi Febrianti (20), seorang siswi asal Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus laut di kawasan wisata Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari.


Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) saat korban bersama sejumlah rekannya berkunjung ke salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Bulukumba.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Elmi diduga terjatuh ke laut saat berfoto di atas papan dermaga yang berada di tebing Apparalang, salah satu titik yang selama ini menjadi spot favorit wisatawan untuk mengabadikan momen.


Saat sedang berfoto, ombak besar tiba-tiba menghantam area tersebut. Korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke laut sebelum akhirnya terseret arus yang cukup kuat.


Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik saat korban masih berusaha bertahan di tengah ganasnya ombak. Dalam rekaman tersebut, korban tampak berupaya menyelamatkan diri sambil meminta pertolongan.


Namun, bantuan tak kunjung datang. Para pengunjung yang berada di sekitar lokasi hanya bisa menyaksikan dari kejauhan karena keterbatasan fasilitas keselamatan dan kondisi ombak yang dinilai sangat berbahaya.


"Kasihan sekali. Tidak bisa juga kita menolong," terdengar suara seorang wisatawan dalam video yang beredar.


Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban akhirnya ditemukan pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 00.10 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari titik awal kejadian.


Fasilitas Keselamatan Dipertanyakan


Tragedi ini memicu perhatian publik dan menuai beragam reaksi di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan standar keselamatan di kawasan wisata Apparalang, terutama pada area spot foto yang berada di dekat tebing dan bibir laut.


Sejumlah komentar menyoroti minimnya fasilitas keselamatan seperti pelampung, petugas penyelamat, maupun pengamanan di titik-titik yang dianggap berisiko tinggi.


"Aneh juga, masa spot foto tidak aman bagi pengunjung. Pengelola dan pihak terkait seharusnya bertanggung jawab," tulis salah seorang warganet.


Bahkan, beberapa pengguna media sosial menilai lokasi tersebut perlu dievaluasi demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.


Pengelola Akui Tidak Ada Upaya Penyelamatan


Menanggapi sorotan publik, Kepala Desa Ara, Amiruddin, yang juga pengelola Yayasan Perintis Wisata Apparalang Tinadung, mengakui bahwa tidak ada upaya penyelamatan yang dilakukan saat korban masih berada di laut.


Menurutnya, kondisi ombak dan arus saat itu sangat kuat sehingga tidak ada warga maupun pihak pengelola yang berani turun melakukan pertolongan.


"Memang tidak ada yang turun karena takut. Arusnya sangat deras," ujarnya.


Amiruddin menjelaskan bahwa pihak pengelola selama ini telah mengimbau pengunjung untuk berhati-hati, termasuk melalui keterangan yang tercantum pada karcis masuk kawasan wisata.


Diketahui, tiket masuk ke Apparalang sebesar Rp10 ribu per orang. Dalam karcis tersebut juga disebutkan bahwa pengelola tidak bertanggung jawab atas kejadian yang tidak diinginkan yang dialami pengunjung.


Ia juga mengakui fasilitas keselamatan di lokasi masih terbatas. Meski demikian, menurutnya pelampung sebenarnya tersedia, namun tidak sempat digunakan saat insiden terjadi.


"Pelampung ada, tetapi saat kejadian tidak ada yang mengambil karena panik," katanya.


Keluarga Resmi Laporkan ke Polisi


Duka mendalam yang dirasakan keluarga korban kini berlanjut ke jalur hukum. Tidak ingin peristiwa tersebut berlalu tanpa kejelasan, pihak keluarga resmi melaporkan insiden itu ke Polres Bulukumba pada Selasa (9/6/2026).


Laporan tersebut diajukan oleh Suwandi, kakak ipar korban, melalui surat pengaduan yang ditujukan kepada Kapolres Bulukumba.


Dalam surat tersebut, keluarga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab tragedi yang terjadi di kawasan wisata Apparalang.


Keluarga berharap seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap aspek keselamatan pengunjung dapat diperiksa, sehingga peristiwa serupa tidak kembali menelan korban jiwa di masa mendatang.(Red)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan