HALOSULSEL.COM, JAKARTA -- Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, menembus level US$5.100 per ons pada perdagangan Senin (26/1/2026). Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong investor berbondong-bondong memburu aset lindung nilai (safe haven).
Kenaikan harga emas didukung kombinasi ketidakpastian politik internasional, pembelian agresif bank sentral, serta kembalinya arus dana ke ETF berbasis emas fisik.
"Harga emas terus mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang tinggi. Bank sentral tetap menjadi pembeli kuat karena mereka mendiversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS," ujar Ryan McIntyre, Presiden Sprott Inc. ¹ ²
Amerika Serikat (AS) mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika melanjutkan kesepakatan dagang dengan China, memicu kekhawatiran baru terkait perang dagang dan stabilitas ekonomi global.
Analis menilai reli emas belum berakhir. Societe Generale memperkirakan emas bisa mencapai US$6.000 per ons pada akhir tahun, sementara Morgan Stanley menyebut reli dapat berlanjut dengan target skenario bullish di US$5.700.
Selain emas, harga perak juga mencetak rekor baru di atas US$117 per ons, dipicu pembelian ritel dan ketatnya pasar fisik.
"Harga perak di China berada pada premi signifikan dibandingkan harga London, yang mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan dalam jangka pendek," ujar analis UBS Giovanni Staunovo. (Aby)

