Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Dinkes Maros Sidak Jajanan Takjil di Pasar Tramo

Muthmainnah Amri
Selasa, 03 Maret 2026
Last Updated 2026-06-05T03:10:22Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSULSEL.COM, MAROS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros menggelar inspeksi mendadak di Pasar Tramo, Rabu (4/3/2026) di lapak-lapak pedagang. Petugas melakukan uji laboratorium terhadap jajanan takjil yang dipasarkan.


​Langkah ini diambil guna mengantisipasi peredaran makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil (rhodamin B) yang kerap mengintai pasar saat permintaan pangan meningkat.


​Dalam sidak tersebut, sebuah mobil laboratorium disiagakan tepat di depan pasar untuk memberikan hasil instan. Petugas mengambil sampel mulai dari cendol, kolang-kaling, cincau, ikan kering, hingga kue-kue dengan warna yang mencolok.


​Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, mengungkapkan dari puluhan sampel yang diperiksa, seluruhnya menunjukkan hasil yang melegakan.


"Alhamdulillah hari ini kita memeriksa sebanyak 43 sampel. Dari jumlah tersebut, 24 sampel sudah diuji langsung di mobil lab dan hasilnya dinyatakan negatif,” ujar Yunus di lokasi sidak.


​Ia menjelaskan fokus utama pemeriksaan adalah mendeteksi bahan tambahan pangan yang dilarang. 


"Ada dua hal besar yang kita pantau, yakni pewarna dan pengawet. Seperti formalin, boraks, dan rhodamin yang sangat membahayakan kesehatan," tambahnya.


​Menanggapi isu penggunaan kapur pada pembuatan cendol, Yunus menegaskan berdasarkan hasil uji, penggunaannya masih dalam koridor aman.


​“Kadang ada yang pakai kapur, tapi masih batas normal. Hasilnya negatif, artinya tidak membahayakan,” jelasnya.


 
Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap jajanan dengan warna yang terlalu mencolok karena berpotensi mengandung zat pewarna non-pangan.


​Ternyata, aksi bersih-bersih takjil ini tidak hanya berpusat di Pasar Tramo. Dinkes Maros telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan untuk melakukan hal serupa.


​14 Puskesmas di seluruh Kabupaten Maros dikerahkan untuk memantau pasar di wilayah kerja masing-masing.
​Pembinaan akan diberikan kepada pedagang yang melanggar.
​Sanksi pelaporan ke instansi terkait disiapkan jika ditemukan unsur kesengajaan yang membahayakan publik.


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan