
Ketgam: Petugas kepolisian meninjau bangunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang rusak setelah gempa lepas pantai berkekuatan 7,4 SR di Manado, Sulawesi Utara pada 2 April 2026.
HALOSULSEL.COM, MANADO -- Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo (M) 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026). Gempa yang berpusat di laut, sekitar tenggara Bitung, sempat memicu tsunami dan berdampak di sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.
Berikut rangkuman fakta terkini terkait gempa tersebut:
1. Gempa Kuat Berpusat di Laut
Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan kekuatan M 7,6. Episenter gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.
Lokasi gempa yang relatif dangkal membuat guncangan terasa cukup kuat di berbagai wilayah, termasuk Maluku Utara dan Gorontalo.
2. Sempat Picu Tsunami, Kini Sudah Berakhir
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, termasuk Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung.
Gelombang tsunami kecil sempat terdeteksi, masing-masing setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung. Meski tidak besar, kondisi ini tetap memicu kewaspadaan.
Namun, BMKG memastikan bahwa peringatan dini tsunami kini telah resmi dicabut.
3. Korban Jiwa dan Luka-luka
Peristiwa ini juga menimbulkan korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Selain itu, satu warga lainnya mengalami luka serius setelah melompat dari bangunan saat gempa terjadi dan kini masih menjalani perawatan.
4. Bangunan Rusak di Sejumlah Wilayah
Kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa daerah, terutama di Ternate. Satu unit gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua mengalami kerusakan cukup parah.
Selain itu, dua rumah warga di Kelurahan Ganbesi, Ternate Selatan, juga dilaporkan mengalami kerusakan.
5. Tiga Provinsi Paling Terdampak
BMKG mencatat tiga wilayah yang merasakan dampak paling signifikan, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Ketiga daerah ini berada di kawasan yang dekat dengan sumber gempa sehingga merasakan guncangan lebih kuat.
6. Puluhan Gempa Susulan
Setelah gempa utama, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Hingga saat ini, BMKG mencatat sudah ada 29 gempa susulan.
Kekuatan gempa susulan bervariasi, mulai dari magnitudo 3,1 hingga yang terbesar mencapai 5,5.
7. Dipicu Aktivitas Megathrust
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas deformasi kerak bumi akibat subduksi Laut Maluku.
Hasil analisis menunjukkan mekanisme pergerakan naik (thrust fault), yang merupakan ciri khas gempa megathrust, jenis gempa kuat yang kerap terjadi di zona pertemuan lempeng. (Red)
