H
ALOSULSEL.COM, JAKARTA -- Pemerintah mematangkan rencana mengganti LPG subsidi 3 kg dengan gas alam terkompresi (CNG) 3 kg. Skema ini diyakini lebih efisien dan bisa memangkas beban subsidi negara hingga puluhan triliun rupiah.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut substitusi ini langkah strategis untuk mengurangi impor. Indonesia menghabiskan Rp 130 triliun - Rp 140 triliun per tahun untuk impor LPG. Subsidi LPG mencapai Rp 80 triliun - Rp 87 triliun.
Konsumsi vs Produksi LPG
Konsumsi LPG nasional 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya 1,6 juta - 1,7 juta ton. Sisanya sekitar 7 juta ton dipenuhi lewat impor.
Bahlil menjelaskan bahan baku CNG berasal dari gas alam domestik yang didominasi metana dan etana. “Kalau LPG, devisa keluar negeri karena kita nggak punya bahan baku C3 dan C4,” katanya di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Uji Coba Tabung 3 Kg
CNG ukuran 20 kg dan 12 kg sudah digunakan untuk hotel dan restoran. Untuk rumah tangga, Kementerian ESDM melalui Lemigas sedang menguji tabung CNG 3 kg tipe 4. Aspek keselamatan jadi prioritas utama.
“Makanya kami lagi uji coba. Ini belum diimplementasikan, masih dalam exercise,” ujar Bahlil. Ia belum merinci kapan uji coba selesai dan skema distribusinya.
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menargetkan uji tabung rampung dalam tiga bulan ke depan. Jika lolos, Indonesia jadi negara pertama yang memakai tabung tipe 4 untuk CNG 3 kg. Tabung ini diklaim aman dan bisa langsung dipakai tanpa ganti kompor.
Target Distribusi & Harga
Distribusi CNG 3 kg ditargetkan mulai bertahap tahun ini di kota besar Pulau Jawa. Tata niaganya akan mirip LPG subsidi dan melibatkan Pertamina maupun swasta.
Pemerintah memastikan CNG 3 kg tetap disubsidi. Harganya minimal sama, bahkan berpotensi lebih murah dari LPG 3 kg. “Arahan Bapak Presiden, CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan membantu rakyat. Subsidi saya pastikan masih harus dilakukan,” tegas Bahlil.
Simulasi awal pemerintah, substitusi ini bisa memangkas subsidi sekitar 30% dengan asumsi harga CNG sama dengan LPG. Karena bahan baku dari dalam negeri, Laode menyebut harga pasar CNG 3 kg berpeluang lebih rendah. “Ada peluang bisa lebih rendah, tergantung simulasinya,” ujarnya dalam diskusi Aspebindo dan APLNCGI. (Aby)

