Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Rekor Baru Messi Tercipta di Tengah Drama! Argentina Selamat dari Kejutan Cape Verde

Zahar Zha
Minggu, 05 Juli 2026
Last Updated 2026-07-05T07:29:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSPORT, BOLA --
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengakui timnya sempat kehilangan kendali permainan saat dipaksa bekerja ekstra sebelum akhirnya menyingkirkan Cape Verde dengan skor dramatis 3-2 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.


Laga yang berlangsung sengit itu nyaris menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Berstatus juara bertahan sekaligus favorit juara, Argentina dibuat pontang-panting oleh debutan Piala Dunia, Cape Verde, yang dua kali berhasil menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menyerah akibat gol bunuh diri Diney Borges pada babak perpanjangan waktu. 


Messi membuka keunggulan Argentina pada menit ke-29. Namun, Deroy Duarte menyamakan skor menjadi 1-1 di babak kedua sehingga pertandingan harus berlanjut ke extra time.


Di babak tambahan, Lisandro Martinez kembali membawa La Albiceleste unggul 2-1. Akan tetapi, Cape Verde sekali lagi menunjukkan mental luar biasa lewat gol Sidny Lopes Cabral yang membuat skor kembali imbang 2-2.


Ketika pertandingan tampak akan menuju adu penalti, sundulan Cristian Romero yang mengenai Diney Borges berbuah gol bunuh diri pada menit ke-111 sekaligus memastikan kemenangan Argentina 3-2.


Usai pertandingan, Messi mengaku sudah memperkirakan duel melawan Cape Verde tidak akan berjalan mudah. Menurutnya, banyak pihak meremehkan lawan hanya karena nama besar mereka belum setenar negara-negara elite.


"Kami sudah tahu sejak awal pertandingan ini akan sangat sulit. Ada alasan mengapa mereka tidak kalah saat menghadapi Spanyol dan Uruguay. Di fase gugur seperti ini tidak ada pertandingan yang mudah," kata Messi kepada TyC Sports. 


Messi juga menilai Argentina melakukan kesalahan setelah berhasil mencetak gol pertama.


"Kami berhasil melakukan bagian tersulit dengan mencetak gol lebih dulu. Kami pikir setelah itu pertandingan akan berjalan sesuai ritme kami. Ternyata justru sebaliknya." Tambahnya.


Peraih delapan Ballon d'Or itu mengakui lini tengah Argentina gagal mengendalikan permainan sehingga Cape Verde leluasa mengembangkan permainan.

 

"Kami tidak bisa menekan mereka dengan baik. Jarak antarlini terlalu renggang dan bek tengah mereka bisa keluar dari tekanan. Kami kehilangan penguasaan bola, mereka mulai mengendalikan pertandingan, dan kami tidak efektif saat melakukan pressing," ujarnya. 


Meski demikian, Messi memuji semangat juang rekan-rekannya yang tidak menyerah hingga peluit akhir.


"Tim ini sudah membuktikan karakternya sejak lama. Kami terus berusaha sampai detik terakhir. Hari ini bola mati menjadi senjata yang akhirnya memberi kami kemenangan. Dalam turnamen seperti ini, detail kecil bisa menentukan segalanya." Cetusnya.


Menurut Messi, Argentina memang memiliki banyak pemain yang kuat dalam duel udara sehingga situasi bola mati menjadi salah satu senjata utama mereka.


"Kami memiliki pemain-pemain hebat dalam duel udara. Hari ini kami berhasil memanfaatkannya setelah beberapa kali gagal. Kami terus berlatih untuk situasi seperti ini, baik saat menyerang maupun bertahan." Ungkapnya.


Rekor Baru Messi Terus Bertambah


Di balik kemenangan yang penuh drama tersebut, Messi kembali menorehkan sejumlah catatan bersejarah.


Gol pembuka yang dicetaknya merupakan gol ke-20 Messi di ajang Piala Dunia, memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut. Ia juga kini telah mencetak gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia secara beruntun, sebuah rekor baru yang belum pernah dicapai pemain lain.


Tak hanya itu, gol ke gawang Cape Verde membuat Messi semakin kokoh di puncak daftar sementara perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 dengan koleksi tujuh gol, unggul atas para pesaingnya. 


Meski tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist yang berujung gol penentu kemenangan, Messi menegaskan Argentina masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin mempertahankan gelar juara dunia.


"Kami melakukan banyak hal dengan baik, tetapi kami juga harus memperbaiki banyak kekurangan. Turnamen ini semakin sulit dan setiap pertandingan terasa seperti final," tutup Messi. (Ahmad Haikal)




iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan