Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Mengubah Umbi Mentah Jadi Keripik Berdaya Saing: Sentuhan Teknologi Tepat Guna Bagi Usaha Porang

Zahar Zha
Rabu, 19 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-19T10:32:21Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Ketgam: Tim akademisi gabungan dari Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa dan STIKES Yapika Makassar menyerahkan bantuan perangkat teknologi tepat guna / hard technology. (Poto: Ist)

HALOSULSEL.COM, GOWA --
Kawasan Desa Bontolempangang, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, memiliki kekayaan alam lokal yang melimpah, salah satunya adalah tanaman porang (Amorphophallus oncophyllus Prain). 


Selama ini, porang dikenal sebagai komoditas unggulan kaya glukomanan yang tinggi serat pangan fungsional serta rendah kalori. Namun, potensi ekonomi yang besar tersebut belum tergarap maksimal oleh masyarakat setempat karena terbatasnya rantai pengolahan pascapanen.


Sebagian besar hasil panen porang dari wilayah Sapaya selama ini hanya dijual langsung berupa umbi mentah atau irisan mentah (chip) sederhana kepada tengkulak dengan harga yang relatif murah dan berfluktuasi. Ketiadaan sarana pengolahan modern, minimnya pengetahuan standar higienitas, hingga belum tersedianya kemasan yang terstandar menjadi kendala utama kelompok masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah produknya.


Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi gabungan dari Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa dan STIKES Yapika Makassar menggelar kegiatan berkonsep "Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Pangan Fungsional Berbasis Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Ekonomi di Wilayah Sapaya". 


Tim ini hadir mendampingi pelaku industri rumahan lokal, Mitra Porang Botlem, yang dipimpin oleh Ibu Nur Endang Sukmawati di Dusun Lemoa. Melalui pendampingan yang intensif dan aplikatif, potensi lokal ini kini ditransformasikan menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.


"Pengolahan pangan fungsional berbahan dasar porang bukan sekadar menciptakan variasi camilan renyah, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengangkat derajat ekonomi peternak dan pengolah lokal," ujar Ketua Tim Pelaksana, Fanny Dewi Sartika, S.Kep., Ns., M.Kep, bersama tim dosen pelaksana Khumaidi Arief, S.Kep., Ns., M.Kep dan Didin Wahyudi, S.Pd., M.Pd.


Rangkaian kegiatan pendampingan diawali pada Senin, 22 Juni 2026, melalui sesi sosialisasi edukatif. Tim pelaksana memaparkan pentingnya membangun kewirausahaan mandiri berbasis komoditas lokal serta mengulas tuntas manfaat gizi dan kesehatan porang bagi masyarakat modern. 


Tak berhenti pada edukasi teori, pada hari yang sama dilakukan penyerahan bantuan perangkat teknologi tepat guna (hard technology). Paket bantuan tersebut meliputi unit Mesin Pengiris Porang/Umbi-umbian dengan pisau rotary stainless steel (food grade) hemat daya, timbangan digital presisi, serta kemasan plastik modern tipe standing pouch.


Dalam suasana partisipatif, tim dosen beserta mahasiswa membimbing Mitra Porang Botlem menguasai alur produksi higienis, mulai dari sortasi umbi, teknik pengirisan seragam menggunakan mesin, perendaman khusus untuk menghilangkan kadar kalsium oksalat (rasa gatal), penggorengan, penimbangan presisi, hingga pengemasan kedap udara.


Kehadiran mesin pengiris porang tersebut terbukti meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi secara signifikan hingga 70–80% dibandingkan metode pengirisan manual. Irisan yang seragam juga mempercepat proses pengeringan sehingga memperlancar rantai operasional industri rumahan. Kini, Mitra Porang Botlem mampu menghasilkan Keripik Porang "Porang Botlem" siap konsumsi dengan desain kemasan bermerek yang estetik, higienis, dan informatif. Langkah ini secara nyata melepaskan ketergantungan mitra dari rantai tengkulak tradisional menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan


Kegiatan pelaksanaan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula) Tahun Pendanaan 2026. 


Program ini didanai dan didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan