HALOSULSEL.COM, JAKARTA -- Enam aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah di bagian atas Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut menjadi sorotan karena dilakukan bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Melalui aksi tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim yang dinilai semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Dua spanduk berukuran besar dibentangkan dengan pesan yang menyoroti persoalan lingkungan hingga beban biaya hidup.
Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Sementara spanduk kedua memuat kritik lebih tajam, yakni “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”.
Dalam keterangan resminya yang dikutip Halosulsel, Selasa, Greenpeace menyebut aksi tersebut sebagai bentuk desakan agar pemerintah lebih memperhatikan dampak krisis iklim terhadap kualitas hidup masyarakat.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan pihaknya terus menyuarakan keresahan masyarakat agar pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan iklim yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari.
“Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat,” kata Jeanny.
Greenpeace menyoroti berbagai persoalan yang dinilai berkaitan dengan krisis iklim, mulai dari bencana ekologis, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem. Kondisi tersebut dinilai turut memperberat beban masyarakat, terutama ketika harus menghadapi kenaikan biaya hidup.
Enam Aktivis Dievakuasi Polisi
Aksi di atas Monumen Selamat Datang tersebut berakhir dengan evakuasi enam aktivis oleh petugas gabungan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, keenam aktivis itu terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki yang membentangkan spanduk sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB.
Dalam proses evakuasi, seorang aktivis perempuan dilaporkan terlihat lemas saat turun dari monumen. Petugas kemudian membawanya menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.
Reynold menegaskan, keselamatan para aktivis menjadi prioritas petugas meskipun aksi tersebut berlangsung di bagian atas monumen.
“Kami mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang,” kata Reynold.
Proses evakuasi melibatkan personel kepolisian, Kodim 0501 Jakarta Pusat, serta petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan Jakarta Pusat. Setelah berhasil dievakuasi, keenam aktivis dibawa ke Klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya untuk mendapatkan penanganan.
Polisi selanjutnya akan mendalami bagaimana para aktivis tersebut dapat mencapai bagian atas monumen. Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.
Selain itu, Reynold mengingatkan bahwa Bundaran HI telah ditetapkan sebagai kawasan struktur cagar budaya. Karena itu, ia meminta semua pihak turut menjaga dan melindungi salah satu ikon bersejarah di Jakarta tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan tetap memperhatikan keselamatan dan menjaga fasilitas maupun cagar budaya.
“Kami mohon dan mengimbau pada kesempatan yang baik ini kepada saudara-saudara kami yang akan menyampaikan pendapat sebaiknya tidak mencederai perjuangan dalam ekspresi ataupun penyampaian pendapat di muka umum,” pungkasnya.
(Aby)


