Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

UMI Hadirkan Program HAPPY MOM di Maros, Perkuat Edukasi Kesehatan Holistik Ibu Hamil

Redaksi
Minggu, 11 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-12T05:23:24Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

HALOSULSEL.COM, MAROS – Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) melaksanakan program HAPPY MOM: Pendampingan Holistik Kesehatan Ibu Hamil melalui Edukasi Mental, Relaksasi, dan Kesehatan Gigi Mulut di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Rabu (7/10/2026). 


Kegiatan ini diikuti oleh 25 ibu hamil dan kader sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh selama masa kehamilan.


Program HAPPY MOM merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan edukasi kesehatan mental, latihan relaksasi, dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Pendekatan ini menekankan bahwa kesehatan ibu hamil tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesejahteraan psikologis, ketenangan emosional, dukungan keluarga, dan kebiasaan hidup sehat.


Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Suryanti S., S.Keb., Bd., M.Keb., bersama anggota tim drg. Maqgfirah Amiruddin, Sp.Pros., dengan dukungan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia.




Program HAPPY MOM mengusung tiga pilar utama, yaitu Happy Mind, Happy Relax, Dan Happy Smile. Ketiganya dirancang untuk memberikan edukasi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan ibu hamil dalam kehidupan sehari-hari.
Pilar pertama, Happy Mind, berfokus pada edukasi kesehatan mental selama kehamilan. 


Ibu hamil diberikan pemahaman mengenai perubahan emosi, stres, kecemasan, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis selama menjalani masa kehamilan.Peserta juga diajak mengenali perasaan yang dialami, membangun komunikasi dengan orang yang dipercaya, serta memahami pentingnya dukungan suami dan keluarga. 


Selain itu, ibu hamil diberikan pemahaman mengenai pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila kesedihan atau kecemasan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.


Pilar kedua, Happy Relax, memperkenalkan teknik relaksasi sederhana melalui latihan pernapasan teratur. Ibu hamil diajak berlatih mengambil napas secara perlahan dan mengembuskannya lebih panjang dalam posisi yang nyaman. Pendekatan spiritual melalui doa dan zikir juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperoleh ketenangan sesuai keyakinan peserta.


Latihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara sederhana bagi ibu hamil untuk mengelola ketegangan dan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Relaksasi tetap menjadi pelengkap, bukan pengganti pemeriksaan kehamilan maupun penanganan medis apabila diperlukan.


Pilar ketiga, Happy Smile, berfokus pada peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Materi meliputi cara menyikat gigi yang benar, pentingnya penggunaan pasta gigi berfluorida, pemilihan makanan yang mendukung kesehatan gigi, serta kebiasaan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis secara berulang.


Ibu hamil juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan, seperti nyeri gigi, gusi bengkak, atau perdarahan gusi yang menetap.


Pelaksanaan kegiatan Happy Mom menekankan pendekatan edukatif dan partisipatif. Ibu hamil tidak hanya memperoleh informasi mengenai kesehatan, tetapi juga diajak memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk merawat diri selama kehamilan.


Materi pendampingan mencakup pentingnya istirahat yang cukup, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan, pengelolaan emosi, komunikasi dengan keluarga, serta pemeriksaan kehamilan secara teratur. Dukungan suami dan keluarga menjadi salah satu perhatian karena ibu hamil membutuhkan lingkungan yang memberikan rasa aman, perhatian, dan bantuan selama menjalani perubahan fisik maupun emosional.


Sebagai media edukasi, peserta juga diperkenalkan dengan buku saku HAPPY MOM yang memuat informasi kesehatan mental, teknik relaksasi, doa dan zikir, panduan kesehatan gigi dan mulut, afirmasi positif, serta daftar periksa kebiasaan sehat selama kehamilan.


Salah seorang peserta menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut.

“Saya senang mengikuti kegiatan HAPPY MOM karena mendapatkan pengetahuan baru tentang cara menjaga kesehatan selama kehamilan. Saya belajar bahwa bukan hanya kesehatan fisik yang perlu diperhatikan, tetapi juga perasaan dan ketenangan pikiran. Saya juga mendapatkan pengetahuan tentang latihan pernapasan dan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut.”


Bidan Desa Diharapkan Mendukung Keberlanjutan Program
Keterlibatan tenaga kesehatan di tingkat desa memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan edukasi kesehatan ibu hamil. Materi yang diberikan melalui HAPPY MOM diharapkan dapat melengkapi edukasi rutin dalam pelayanan antenatal, khususnya mengenai kesehatan mental, relaksasi, dan kesehatan gigi dan mulut.


Bidan desa juga menjadi mitra penting dalam membantu ibu hamil mengenali kebutuhan kesehatan, memperoleh informasi yang tepat, serta mengakses pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan selama kehamilan.
Dalam contoh tanggapan yang disiapkan untuk berita ini, bidan desa menyampaikan bahwa pendekatan edukasi yang menyeluruh dapat membantu ibu hamil lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan diri.


“Kami mengapresiasi kegiatan HAPPY MOM karena materi yang diberikan mencakup kesehatan fisik, mental, dan gigi dan mulut. Edukasi seperti ini dapat menambah wawasan ibu hamil dan menjadi pelengkap informasi yang diberikan saat pemeriksaan kehamilan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar semakin banyak ibu hamil mendapatkan edukasi yang bermanfaat.”


Ketua Tim: Kesehatan Ibu Perlu Dilihat Secara Menyeluruh


Ketua tim pengabdian, Suryanti S., S.Keb., Bd., M.Keb., melalui program HAPPY MOM mengangkat pentingnya pendampingan ibu hamil yang memperhatikan berbagai aspek kesehatan secara terpadu.


“Melalui HAPPY MOM, kami ingin mengajak ibu hamil untuk memahami bahwa kesehatan selama kehamilan perlu dijaga secara holistik. Ibu tidak hanya perlu memperhatikan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental, ketenangan emosional, kesehatan gigi dan mulut, serta dukungan dari keluarga. Kami berharap edukasi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membantu ibu hamil lebih peduli terhadap kebutuhan dirinya.”


Wujud Kontribusi UMI dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Pelaksanaan program HAPPY MOM menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Muslim Indonesia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan ibu hamil.


Pendekatan holistik yang diterapkan dalam program ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa upaya menjaga kesehatan selama kehamilan membutuhkan perhatian terhadap kesehatan fisik, psikologis, kebiasaan hidup sehat, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.


Melalui edukasi yang praktis dan mudah dipahami, tim pengabdian berharap ibu hamil di Desa Pucak dapat lebih mengenali perubahan yang dialami, menerapkan teknik relaksasi yang aman, menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta mengetahui kapan perlu mencari bantuan tenaga kesehatan.


Program HAPPY MOM juga membawa pesan bahwa pendampingan ibu hamil bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu itu sendiri, melainkan membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, dan institusi pendidikan.


Dengan semangat HAPPY MIND, HAPPY RELAX, dan HAPPY SMILE, program ini diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan ibu secara menyeluruh, sehingga ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat, tenang, dan berdaya.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan