Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Ditinggal Ayah Nobar Piala Dunia, Balita 4 Tahun Tewas Saat Rumah Terbakar di Maros

Zahar Zha
Kamis, 18 Juni 2026
Last Updated 2026-06-19T06:00:10Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSULSEL.COM, MAROS --
Duka mendalam menyelimuti keluarga Jimran, warga Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 


Putra mereka, CAJ (4 tahun 10 bulan), meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran yang menghanguskan rumah keluarga tersebut pada Kamis (18/6/2026) dini hari.


Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 00.30 Wita saat seluruh penghuni rumah tengah terlelap tidur. Saat kejadian, korban berada di dalam rumah bersama ibu dan adiknya yang masih bayi.


Sementara sang ayah, Jimran, diketahui sedang nonton bareng pertandingan Portugal melawan Kongo dalam ajang Piala Dunia 2026 di rumah tetangga yang berjarak sekitar 50 meter dari kediamannya.



Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, api pertama kali diketahui ketika sudah mulai membesar. Ibu korban yang terbangun dari tidur berusaha menyelamatkan kedua anaknya dalam kondisi panik.


"Ibunya sempat membangunkan anak sulungnya. Namun karena situasi sangat darurat, ia lebih dulu menyelamatkan bayi yang digendongnya keluar rumah," ujar Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, kepada wartawan 


Setelah berhasil membawa bayi ke teras rumah, ibu korban berupaya kembali masuk untuk menjemput CAJ. Namun usahanya gagal karena api semakin membesar dan kondisi kakinya mengalami luka sehingga menyulitkan untuk bergerak cepat.


"Ibunya tidak bisa menggendong dua-duanya," tambah Ansar.


Api dengan cepat melalap bangunan karena sebagian besar konstruksi rumah terbuat dari kayu. Material plafon berbahan plastik juga diduga mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan seluruh bagian rumah dalam waktu singkat.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros, Jufri, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.40 Wita. Tiga personel dari Sektor Tanralili langsung diberangkatkan delapan menit setelah laporan diterima.


Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 02.05 Wita dan segera melakukan pemadaman. Namun saat itu api sudah menguasai hampir seluruh bangunan.


"Kondisi rumah yang didominasi material kayu membuat api berkembang sangat cepat," kata Jufri.


Setelah berjibaku selama sekitar setengah jam, petugas berhasil mengendalikan kobaran api pada pukul 02.35 Wita. Pendinginan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.


Jufri mengakui proses penanganan kebakaran terkendala jarak tempuh yang cukup jauh antara pos pemadam dengan lokasi kejadian yang berada di wilayah pegunungan.


"Jarak dari sektor ke lokasi cukup jauh. Karena itu kami membutuhkan tambahan armada pemadam kebakaran agar penanganan di daerah terpencil bisa lebih cepat," terangnya.


Diduga Dipicu Kebocoran Regulator Gas


Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Baso Tajong, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran regulator tabung gas.


"Untuk sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari kebocoran regulator tabung gas," ungkap Baso.


Saat kejadian, terdapat empat orang yang berada di dalam rumah. Selain menewaskan seorang balita, kebakaran tersebut juga menyebabkan rumah beserta isinya hangus terbakar dengan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.


Baso juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Cuaca panas, minimnya curah hujan, serta embusan angin kencang dapat membuat api kecil dengan cepat berkembang menjadi kebakaran besar.


Ia mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi gas dan listrik, memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.


"Hal-hal kecil seperti puntung rokok, pembakaran sampah, hingga penggunaan alat elektronik yang tidak terkontrol dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama saat musim kemarau," pungkasnya. (Red)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan