Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Maros Chaidir Syam, didampingi Wakil Bupati Muetazim Mansyur dan Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa.
Ketua Baznas Maros, Ansar Taufiq, mengatakan program ini diprioritaskan bagi pelajar yang berasal dari keluarga tidak mampu dan belum terakomodasi dalam Program Indonesia Pintar (PIP).
“Umumnya itu orang yang tidak mampu. Makanya kami prioritaskan mereka,” jelas Ansar.
Baznas Maros mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung program tersebut. Selain bantuan seragam sekolah lengkap, setiap siswa juga menerima uang tunai Rp200 ribu.
Ansar menjelaskan jumlah penerima di tiap sekolah berbeda, bergantung pada besaran infak dan zakat yang dihimpun dari para guru di sekolah masing-masing.
“Per sekolah dibedakan berdasarkan besaran infak dan zakat guru. Ada sekolah yang dapat 50, ada 90, ada yang hanya 2 sampai 20 orang. Itu disalurkan kembali untuk muridnya,” terangnya.
Program bantuan pendidikan ini merupakan agenda tahunan Baznas Maros. Namun, tahun 2025 mencatat peningkatan signifikan jumlah penerima maupun nilai bantuan.
“Tahun ini angkanya memang tinggi. Dulu itu hanya sekitar 2.000-an siswa dengan nilai bantuan Rp600 juta,” ungkap Ansar.
Bupati Maros Chaidir Syam memberi apresiasi atas konsistensi Baznas dalam mendukung dunia pendidikan di daerahnya.
“Baznas telah mengambil peran besar dalam memastikan anak-anak Maros tidak terhambat sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Ini program yang sangat membantu, dan pemerintah tentu mendukung penuh,” kata Chaidir.
Ia menegaskan Pemkab Maros akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kita semua bergerak bersama. Semoga bantuan ini meringankan beban orang tua dan meningkatkan semangat belajar anak-anak kita,” tutupnya.

