HALOSULSEL.COM, MAROS – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Maros menunjukkan tren peningkatan dalam empat tahun terakhir.
Data Dinas Kesehatan Maros mencatat kenaikan signifikan dari tahun ke tahun, dengan pola penularan terbanyak berasal dari hubungan seksual sesama jenis atau Lelaki Seks Lelaki (LSL).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Maros, jumlah kasus HIV tercatat:
2021 : 23 kasus
2022 : 32 kasus
2023 : 39 kasus
2024 : 48 kasus
2025 : 20 kasus (hingga November)
Per 31 November 2025, terdapat 23 kasus baru, dengan penularan tertinggi melalui kategori LSL.
Pemerintah menekankan bahwa data tersebut adalah klasifikasi epidemiologis untuk kepentingan kesehatan masyarakat, bukan untuk menstigma kelompok tertentu.
Bupati Maros, Chaidir Syam, membenarkan adanya peningkatan kasus pada tahun 2024. Ia menyebut pemerintah kabupaten telah memperkuat upaya pencegahan dan edukasi melalui pembentukan Forum Masyarakat Peduli HIV/AIDS di seluruh desa dan kelurahan.
“Forum ini dibentuk agar edukasi berjalan sampai ke tingkat masyarakat paling bawah. Fokusnya bukan hanya sosialisasi, tetapi juga pendampingan dan penghilangan stigma,” kata Chaidir saat peringatan Hari AIDS Sedunia di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin (1/12/2025).
Hadir Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulsel, Malik Faisal, menyampaikan bahwa di tingkat provinsi kasus HIV pada 2020–2024 mencapai 11.137 orang.
Ia menegaskan bahwa Hari AIDS Sedunia menjadi momentum untuk melihat isu HIV bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai persoalan kemanusiaan.
Tema nasional tahun ini, “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV/AIDS”, diharapkan mampu mendorong layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat mengenai berbagai jalur penularan HIV, termasuk seks tidak aman, penggunaan jarum suntik narkoba, serta penularan dari ibu ke anak.

