HALOSULSEL.COM, MAROS – Banjir yang telah melanda wilayah Kecamatan Moncongloe selama tujuh tahun terakhir kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maros.
Untuk mencari solusi permanen, Pemkab menggelar rapat koordinasi kedua dengan sejumlah stakeholder di ruang rapat wakil bupati, Selasa (9/12/2025).
Rapat dipimpin Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, dan dihadiri Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dinas Pekerjaan Umum Maros, serta perwakilan 12 pengembang perumahan di kawasan Moncongloe.
Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah rencana pembangunan saluran induk sepanjang 3 kilometer yang akan melewati area perumahan dan bermuara di Sungai Biringjene.
Namun, terbatasnya dana transfer dari pemerintah pusat membuat Pemkab harus menghitung kembali dukungan anggaran yang bisa diberikan.
“Karena dana transfer daerah kurang, kita lihat dulu apa Pemkab Maros bisa bantu atau tidak. Maka pihak developer atas swadaya masing-masing akan membuat drainase tersebut,” jelas Muetazim.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Maros, Alfian Amri, mengatakan solusi jangka pendek adalah menghubungkan drainase seluruh kompleks perumahan agar terkoneksi satu sama lain.
Adapun solusi jangka panjang, pemda akan menyusun masterplan drainase Moncongloe dan memasukkannya ke dalam rencana tata ruang untuk penanganan banjir yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Di sisi lain, warga Moncongloe berharap rencana tersebut benar-benar direalisasikan.
Salah seorang warga, Hakim, yang rumahnya kerap terdampak banjir, mengaku sudah terlalu lama menunggu solusi konkret.
“Setiap hujan deras, air pasti masuk ke rumah. Sudah bertahun-tahun kami begini. Semoga kali ini bukan cuma rapat, tapi betul-betul ada tindakan,” ujarnya.

