HALOSULSEL.COM, JAKARTA -- Situasi geopolitik global terus memanas. Perang yang berkecamuk di Eropa serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik berskala global, bahkan disebut-sebut berpotensi mengarah pada Perang Dunia 3.
Di tengah eskalasi tersebut, sejumlah negara dan wilayah dinilai relatif lebih aman jika skenario terburuk benar-benar terjadi. Penilaian ini didasarkan pada faktor geografis, posisi politik, ketersediaan sumber daya, serta tingkat keterlibatan dalam konflik internasional.
Berikut daftar negara dan wilayah yang disebut-sebut paling aman, dikutip dari Express, Minggu (25/1/2026):
Antartika
Antartika menjadi wilayah paling terpencil di dunia dan jauh dari pusat konflik global. Meski kecil kemungkinan menjadi sasaran perang, kondisi alamnya yang ekstrem menjadikannya tidak ideal sebagai tempat perlindungan jangka panjang.
Argentina
Para ahli menilai Argentina berpotensi menjadi salah satu tempat teraman jika perang nuklir terjadi. Selain letaknya yang jauh dari pusat konflik, negara ini memiliki **ketahanan pangan**, terutama produksi gandum.
Bhutan
Bhutan menyatakan sikap netral sejak bergabung dengan PBB pada 1971. Letaknya yang terkurung daratan dan bergunung-gunung membuat negara ini relatif sulit dijangkau dalam skenario konflik global.
Cili
Cili dinilai aman karena posisinya yang jauh dari kawasan konflik utama serta memiliki cadangan pangan yang memadai. Negara ini juga termasuk salah satu yang paling maju di Amerika Selatan.
Fiji
Fiji merupakan negara kepulauan yang sangat terisolasi, berjarak sekitar 2.700 mil dari Australia. Dengan kekuatan militer yang kecil dan peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global, Fiji dinilai minim risiko menjadi target perang.
Greenland
Pulau terbesar di dunia ini sangat terpencil dan hanya dihuni sekitar 56.000 penduduk. Faktor geografis dan minimnya kepentingan strategis membuat Greenland kecil kemungkinan menjadi sasaran operasi militer.
Islandia
Islandia secara konsisten berada di peringkat teratas Indeks Perdamaian Global. Negara ini memiliki cadangan air tawar, sumber daya laut, dan energi terbarukan yang besar, sehingga relatif tahan terhadap gangguan rantai pasokan global.
Indonesia dikenal dengan politik luar negeri bebas dan aktif serta keterlibatannya dalam.Gerakan Non-Blok. Sejak era Presiden Soekarno, Indonesia memilih tidak berpihak dalam konflik global, yang membuatnya dinilai relatif aman.
Selandia Baru
Selandia Baru menempati peringkat kedua dalam Indeks Perdamaian Global. Negara ini jarang terlibat konflik internasional dan memiliki ketahanan pangan serta stabilitas politik yang kuat.
Afrika Selatan
Afrika Selatan memiliki infrastruktur modern serta sumber makanan dan air yang melimpah. Namun, keterlibatannya dalam dinamika politik global termasuk sikap terhadap konflik Rusia-Ukraina dan gugatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional membuat posisinya tidak sepenuhnya netral.
Swiss
Swiss dikenal luas sebagai simbol kenetralan dunia. Negara ini telah mempertahankan kebijakan netral selama hampir 200 tahun, ditopang oleh sistem pertahanan sipil yang kuat dan kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Tuvalu
Negara kecil di Samudra Pasifik ini terletak di antara Hawaii dan Australia, dengan populasi sekitar 11.000 jiwa. Letaknya yang terpencil dan minim kepentingan strategis menjadikannya kecil kemungkinan menjadi target perang dunia. (*/Haikal)

