HALOSULSEL.COM, MAKASSAR -- Estadio da Luz berguncang. Seorang kiper mencetak gol penentu dan Real Madrid harus menelan kekalahan dramatis.
Penjaga gawang Benfica, Anatoly Trubin, tampil sebagai pahlawan tak terduga setelah mencetak gol penentu di masa injury time untuk memastikan kemenangan 4-2 atas Real Madrid. Gol spektakuler itu sekaligus mengantar Benfica lolos ke babak play-off Liga Champions.
Momen bersejarah terjadi di menit-menit akhir laga. Saat Benfica masih membutuhkan satu gol tambahan meski telah unggul 3-2 atas Real. Tapi, untuk mengamankan kelolosan mereka harus menambah satu gol lagi karena mereka kalah selisih gol di klasemen.
Namun anak asuhan The Special One julukan Mourinho berhasil memanfaatkan tendangan bebas menjadi peluang terakhir.
Trubin maju meninggalkan gawang, masuk ke kotak penalti lawan dan seketika stadion meledak saat sundulan akrobatiknya bersarang di gawang Madrid.
Gol itu memicu euforia luar biasa di Estadio da Luz. Pemain, staf, dan suporter Benfica larut dalam perayaan, sementara Real Madrid terdiam menyaksikan momen yang jarang terjadi di Liga Champions.
“Gol yang fantastis. Gol bersejarah. Gol yang hampir meruntuhkan stadion,” ujar pelatih Benfica Jose Mourinho, dikutip dari BBC.
Bagi Benfica, Mengalahkan Real Madrid Adalah Prestise Yang Luar Biasa
Kemenangan ini terasa makin dramatis karena Benfica nyaris tersingkir akibat selisih gol di akhir fase liga delapan pertandingan. Intervensi sensasional Trubin di detik-detik terakhir justru membalikkan keadaan. Marseille menjadi pihak yang paling dirugikan, tersingkir dari zona play-off setelah posisinya direbut Benfica.
Trubin sendiri mengaku sempat kebingungan dengan situasi pertandingan. Beberapa menit sebelum golnya, ia bahkan terlihat berlutut sambil memegang bola, seolah ingin mengulur waktu.
“Saya awalnya tidak paham apa yang kami butuhkan,” kata Trubin.
“Saya melihat semua orang menunjuk ke arah saya, lalu saya maju. Kami butuh satu gol lagi. Ini momen yang gila. Saya tidak terbiasa mencetak gol. Saya 24 tahun dan ini pertama kalinya.” tambahnya.
Gol tersebut menempatkan Trubin sebagai kiper kelima dalam sejarah yang mencetak gol di Liga Champions sebuah catatan langka yang langsung masuk buku sejarah kompetisi elite Eropa.
Keputusan Mourinho membiarkan Trubin maju terbukti jenius. Sang pelatih mengaku sudah melihat potensi itu sebelumnya.
“Kami tahu dia bisa melakukannya,” ujar Mourinho kepada UEFA.
“Di Dragao, dia juga hampir mencetak gol lewat sundulan, tapi kali ini tidak ada yang bisa menghentikannya.” jelasnya.
Bagi Mourinho, kemenangan atas Real Madrid punya makna emosional tersendiri. Klub yang pernah ia latih itu kini harus mengakui keajaiban yang lahir di Lisbon.
“Menang melawan Real Madrid selalu punya arti khusus. Kami harus memberikan segalanya dan kami melakukannya.” girang Mourinho.
Malam magis di Estadio da Luz pun menjadi saksi, seorang kiper mencetak gol, raksasa Eropa tumbang, dan Benfica menjaga asa di Liga Champions.
Dengan hasil ini, Real Madrid dan Benfica sama-sama harus melalui babak play-off. Menariknya, hasil undian membuka peluang 50 persen bagi kedua tim untuk kembali bertemu sebuah ulangan duel dramatis yang baru saja mencatatkan sejarah lewat gol seorang kiper. (HAIKAL)

