HALOSULSEL.COM, JAKARTA -- Di tengah dinamika politik dan derasnya arus informasi di ruang publik, Haris Pertama mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga stabilitas nasional dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.
Dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Haris menegaskan bahwa demokrasi harus tetap berjalan dalam koridor konstitusi, bukan melalui narasi provokatif yang dapat menimbulkan kegaduhan publik.
“Masyarakat, khususnya pemuda sebagai pilar bangsa, harus mampu menjadi penyejuk. Jangan sampai terjebak dalam arus informasi yang belum tentu benar dan justru memicu perpecahan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti munculnya isu-isu yang mendorong pemakzulan di luar mekanisme konstitusional. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya menciptakan kegaduhan, tetapi juga berpotensi mengganggu jalannya agenda pembangunan nasional.
“Pemerintahan Prabowo Subianto saat ini sedang berjalan dan mengakselerasi berbagai program prioritas di tengah tantangan geopolitik global. Jangan sampai ada pihak-pihak yang justru menghasut dengan opini yang menyesatkan,” tegasnya.
Senada dengan itu, jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia di daerah juga menyuarakan hal yang sama. Ketua KNPI Sulawesi Selatan, dalam pernyataannya yang dilansir di media Ideatimes, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah.
Ia mengingatkan bahwa situasi sosial yang kondusif merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Pemuda, menurutnya, harus tampil sebagai agen pemersatu, bukan justru ikut memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Pemuda Sulsel harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan. Jangan mudah terpancing isu-isu liar yang beredar di media sosial. Kita harus mengedepankan literasi dan sikap kritis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Komite Nasional Pemuda Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengampanyekan nilai-nilai persatuan dan memperkuat solidaritas kebangsaan hingga ke tingkat daerah.
Haris Pertama juga mengajak seluruh kader KNPI, mulai dari pusat hingga daerah, untuk aktif menjaga keutuhan bangsa serta mendukung program-program strategis pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai agen perubahan.
“Pemuda harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga arah pembangunan bangsa. Persatuan adalah kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” katanya.
Di tengah berbagai isu yang berkembang, masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi, serta selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan.
Seruan ini menjadi pengingat bahwa di era keterbukaan informasi, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa, terutama pemuda sebagai penentu masa depan Indonesia. (Red)

