Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Anggaran Terbatas, Pemkab Maros Gandeng BUMN 'Keroyokan' Selamatkan Status Geopark Dunia

M. Amri
Senin, 04 Mei 2026
Last Updated 2026-08-10T02:45:19Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates



HALOSULSEL.COM, MAROS - Status UNESCO Global Geopark (UGG) Maros-Pangkep kini sedang dipertaruhkan. Menjelang proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada akhir Juli 2024 mendatang, Pemerintah Kabupaten Maros mulai bergerak cepat membenahi sejumlah fasilitas site yang mengalami kerusakan.


​Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan status bergengsi tersebut. Ia tak ingin Maros-Pangkep bernasib sama dengan Geopark Toba yang sempat mendapatkan catatan serius (kartu kuning) hingga ancaman degradasi.


​"Kami akan berusaha maksimal agar status Global Geopark Maros-Pangkep ini tidak terdegradasi seperti di Toba," ujar Muetazim usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Bupati Maros, Selasa, 5 Mei 2026.


​Meski mengakui adanya potensi penurunan status akibat kerusakan sarana, Muetazim optimis kendala tersebut bisa diatasi. Mengingat sisa waktu yang sempit dan anggaran yang terbatas, Pemkab Maros memprioritaskan perbaikan skala minor pada jalur-jalur yang akan dilintasi asesor.


​Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan akses di kawasan Berua, Rammang-Rammang.


​"Perbaikan jalan di Berua kita taksir butuh Rp100 hingga Rp150 juta. Anggarannya kita bisa patungan menggunakan dana CSR dari pihak BUMN, seperti Angkasa Pura," jelasnya.


​Namun, tidak semua kerusakan bisa ditangani dalam waktu dekat. Muetazim menyebutkan bahwa kerusakan berat, seperti jembatan gantung di site Pattunuang, belum bisa dieksekusi karena kendala biaya dan waktu pengerjaan yang tidak memungkinkan selesai dalam dua bulan.


​Di sisi lain, General Manager Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan, telah mengajukan anggaran sebesar Rp1 miliar kepada pemerintah terkait. Anggaran ini diproyeksikan untuk menopang seluruh rangkaian proses revalidasi, termasuk pembenahan fisik site kunjungan.


​"Seluruh rekomendasi UNESCO telah kita kerjakan sejak tahun 2023. Jadi kami sangat optimis status ini akan tetap kita pertahankan hingga empat tahun ke depan," tegas Dedy.


​Dukungan juga mengalir dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Andi Mirna, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana hibah sebesar Rp500 juta.


​"Memang banyak fasilitas yang rusak. Kami siapkan hibah untuk pengelola guna perbaikan sarana dan prasarana. Karena anggaran terbatas akibat efisiensi, kami sangat berharap ada urunan dana dari BUMN di Maros dan Pangkep agar beban ini terasa ringan," pungkas Andi Mirna.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan