Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Dari Serie D ke Liga Champions! Como Ukir Sejarah Gila, Klub Milik Hartono Bersaudara Bikin Italia Geger

Zahar Zha
Senin, 25 Mei 2026
Last Updated 2026-05-25T13:35:54Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSPORT --
Dongeng sepak bola paling mengejutkan di Italia musim ini resmi menjadi kenyataan. Como 1907 memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah menutup musim Serie A 2025/2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Cremonese, Minggu (24/5/2026).


Hasil fantastis itu membawa Como finis di posisi keempat klasemen Serie A dan mengunci satu tempat di kompetisi elite Eropa musim depan. 


Sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang tujuh tahun lalu bahkan masih berkutat di Serie D atau kasta keempat sepak bola Italia.


Klub yang bermarkas di tepi Danau Como, Italia utara, itu kini menjelma menjadi simbol kebangkitan paling sensasional di Eropa. Dari tim yang nyaris tenggelam di kasta bawah, Como berubah menjadi penantang elite sepak bola Italia.


Di saat Como berpesta, drama besar justru menimpa AC Milan. Rossoneri yang sebelumnya berada di jalur aman menuju Liga Champions malah tumbang 1-2 di kandang sendiri saat menghadapi Cagliari Calcio. Kekalahan itu membuat Milan tersalip Como di detik-detik terakhir musim dan harus gigit jari gagal finis empat besar.


Sementara itu, AS Roma juga sukses mengamankan tiket Liga Champions usai menundukkan Hellas Verona FC dengan skor 2-0 dan finis di peringkat ketiga.


Keberhasilan Como tak lepas dari proyek ambisius yang dibangun sejak klub diakuisisi pengusaha Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pada 2019. 


Sejak berada di bawah kendali Hartono Bersaudara, Como berkembang sangat cepat dengan jalur promosi yang konsisten hingga akhirnya menembus papan atas Serie A.


Nama Cesc Fàbregas juga menjadi sosok sentral di balik keajaiban Como musim ini. Mantan gelandang timnas Spanyol itu tampil impresif dalam musim perdananya sebagai pelatih kepala di level senior.


Fabregas bahkan sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa berkat performa stabil Como sepanjang musim. Namun keberhasilan membawa klub lolos ke Liga Champions diyakini bisa menjadi alasan kuat bagi pelatih berusia 39 tahun itu untuk bertahan lebih lama di Danau Como.


Di sisi lain, Juventus FC gagal mengejar Como meski masih memiliki peluang secara matematis. Keunggulan head-to-head membuat Como tetap aman di posisi empat besar.


Sementara di papan bawah, US Lecce memastikan bertahan di Serie A setelah menang tipis 1-0 atas Genoa CFC. Sedangkan Cremonese, Hellas Verona, dan Pisa SC dipastikan terdegradasi ke Serie B musim depan.


Bagi Como, musim ini bukan sekadar soal finis empat besar. Ini adalah kisah transformasi luar biasa dari klub kasta bawah menjadi penantang elite Eropa dalam waktu singkat. Sebuah dongeng modern yang kini benar-benar hidup di sepak bola Italia. (Ahmad Haikal)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan