Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Emas Diprediksi Terbang ke Rp3,3 Juta per Gram di Kuartal II 2026, Ini Pemicunya

Zahar Zha
Senin, 04 Mei 2026
Last Updated 2026-05-05T03:44:01Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSULSEL.COM, JAKARTA --
Harga emas dunia diproyeksikan bakal melesat tajam hingga menembus level tertinggi baru pada kuartal II/2026. Meski saat ini tengah mengalami koreksi, logam mulia yang dikenal sebagai aset aman (safe haven) itu diperkirakan kembali menguat seiring meningkatnya tensi geopolitik global.


Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan secara teknikal harga emas dunia berpotensi menembus level US$5.400 per troy ounce dalam waktu dekat. Kenaikan tersebut diyakini akan berdampak langsung pada harga emas fisik di dalam negeri.


“Kuartal kedua kemungkinan besar emas dunia bisa mencapai US$5.400 per troy ounce. Untuk logam mulia di dalam negeri berpotensi menyentuh Rp3,3 juta per gram,” ujar Ibrahim kepada awak media, Minggu (3/5/2026).


Menurutnya, terdapat lima faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas, yakni kondisi geopolitik global, dinamika politik Amerika Serikat, perang dagang, kebijakan bank sentral dunia, serta keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Dari kelima faktor tersebut, ketegangan geopolitik disebut memberikan pengaruh paling besar, bahkan mencapai 50 persen.


Saat ini, harga emas dunia tercatat sedang mengalami koreksi teknis dan ditutup di level US$4.616 per troy ounce. Jika tren penurunan berlanjut, emas diproyeksikan akan menguji level support di US$4.520, bahkan berpotensi turun hingga US$4.389 per troy ounce.


Koreksi harga global ini turut berdampak pada harga emas fisik di dalam negeri yang kini berada di kisaran Rp2,79 juta per gram. Dalam jangka pendek, harga diperkirakan memiliki level support di Rp2,78 juta dan berpotensi melemah hingga Rp2,75 juta per gram dalam sepekan ke depan.


Meski demikian, Ibrahim menilai pelemahan harga saat ini justru menjadi peluang strategis bagi pelaku pasar. Penurunan harga dianggap sebagai momentum tepat bagi investor, pengusaha, maupun masyarakat untuk kembali mengoleksi emas dengan harga yang relatif lebih terjangkau.


Di sisi lain, potensi lonjakan harga emas ke depan diperkirakan dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berisiko meluas menjadi perang terbuka. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, termasuk isu blokade Selat Hormuz oleh Iran dan Laut Oman oleh AS, dinilai dapat mengganggu stabilitas pasar energi dan komoditas global.


“Jika konflik antara Amerika dan Iran benar-benar memanas, itu bisa menjadi pemicu utama harga emas dunia terbang tinggi,” tegasnya. (*/Bisnis)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan