Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

INGGRIS VS ARGENTINA! Duel Klasik Sarat Dendam Perebutkan Tiket Final Piala Dunia 2026

Zahar Zha
Minggu, 12 Juli 2026
Last Updated 2026-07-12T14:03:20Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSPORT, BOLA --
Panggung semifinal Piala Dunia 2026 akhirnya menghadirkan duel impian. Setelah Spanyol dan Prancis dipastikan bentrok di laga semifinal. Dua kekuatan besar sepak bola lainnya, Inggris dan Argentina, dipastikan saling berhadapan dalam laga sarat gengsi yang akan digelar Kamis, 16 Juli 2026, pukul 03.00 Wita.


Sorotan dunia tak hanya tertuju pada rivalitas panjang kedua negara, tetapi juga pada pertemuan dua ikon yang akan memimpin pasukannya masing-masing. 


Di kubu Argentina ada Lionel Messi, sang kapten yang masih memburu akhir sempurna dalam karier gemilangnya. Sementara Inggris menggantungkan harapan kepada Harry Kane, striker tajam yang berambisi mengakhiri penantian panjang negaranya meraih gelar juara dunia.


Inggris memastikan tempat di semifinal setelah melewati laga dramatis melawan Norwegia. The Three Lions menang 2-1 melalui babak perpanjangan waktu berkat gol penentu Jude Bellingham. 


Meski Bellingham menjadi pahlawan kemenangan, peran Harry Kane tetap vital sebagai pemimpin lini depan yang terus membuka ruang dan memberi ancaman bagi pertahanan lawan.


Kapten Inggris itu datang ke semifinal dengan tekad besar. Setelah sukses mengantar negaranya beberapa kali menembus fase akhir turnamen besar, Kane kini berada di ambang kesempatan emas membawa Inggris kembali ke final Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali mereka rasakan pada 1966 saat menjadi juara.


Di sisi lain, Argentina kembali menunjukkan mental juara bertahan. La Albiceleste menaklukkan Swiss dengan skor 3-1 setelah melalui babak tambahan waktu. Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez menjadi aktor penting kemenangan tersebut, namun kehadiran Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian.


Meski usianya tak lagi muda, Messi masih mampu menghadirkan magis di setiap pertandingan. Visi bermain, umpan-umpan mematikan, dan ketenangannya dalam situasi sulit menjadikan kapten Argentina itu sebagai inspirasi bagi rekan-rekannya. 


Pengalaman sang megabintang diyakini akan menjadi senjata penting saat menghadapi tekanan besar dari Inggris.


Berawal "Hand of God" Inggris vs Argentina Jadi Rivalitas Abadi


Laga Inggris melawan Argentina selalu memiliki cerita tersendiri. Rivalitas keduanya telah melahirkan banyak pertandingan legendaris, mulai dari duel kontroversial di Piala Dunia 1986 yang dikenang lewat gol "Hand of God" Diego Maradona hingga gol solo terbaik sepanjang sejarah yang mengantarkan Argentina menang 2:1.

 

Rivalitas Inggris vs Argentina kembali memanas saat kedua tim bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Perancis. Timnas Argentina Lolos Semifinal Piala Dunia 2026.


Timnas Inggris sempat bangkit setelah tertinggal melalui gol penalti Gabriel Batistuta. Alan Shearer menyamakan skor dari titik putih sebelum Michael Owen mencetak gol solo setelah melewati barisan pertahanan Argentina. 


Namun, keadaan berubah pada babak kedua ketika David Beckham menerima kartu merah usai terlibat insiden dengan Diego Simeone. Inggris tetap mampu memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti, tetapi akhirnya kalah dan tersingkir. 


Kartu merah tersebut membuat Beckham mendapat sorotan tajam saat kembali ke Inggris. Meski begitu, ia berhasil bangkit dalam empat tahun berikutnya.


Setelah dipercaya menjadi kapten tim oleh Sven-Goran Eriksson pada 2001, Beckham membawa Inggris lolos ke Piala Dunia 2002 lewat tendangan bebas penting pada babak kualifikasi. Kesempatan membalas kekalahan akhirnya datang di Piala Dunia 2002. 


Beckham menjadi penentu kemenangan Inggris lewat gol penalti saat mengalahkan Argentina 1-0 pada fase grup. Gol tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Inggris atas kemenangan melawan Argentina di Piala Dunia sejak edisi 1966


Kini, generasi baru hadir mengiringi dua sosok pemimpin yang berbeda karakter. Messi dikenal dengan sentuhan magis dan kecerdasannya membaca permainan, sedangkan Harry Kane adalah predator kotak penalti dengan kemampuan penyelesaian akhir yang mematikan. Keduanya sama-sama membawa beban besar sekaligus harapan jutaan pendukung negaranya.


Laga ini diprediksi berlangsung ketat. Inggris mengandalkan kekuatan fisik, disiplin taktik, dan kreativitas Jude Bellingham, sedangkan Argentina bertumpu pada permainan kolektif, pengalaman, serta sentuhan kelas dunia dari Lionel Messi.


Siapa yang akan tersenyum di akhir pertandingan? Apakah Messi semakin dekat mempertahankan mahkota juara dunia, atau justru Harry Kane yang mengantar Inggris mengakhiri penantian panjang menuju kejayaan?


Yang pasti, pemenang duel klasik ini akan melangkah ke partai final untuk menghadapi pemenang laga Prancis kontra Spanyol. Dunia pun bersiap menyaksikan satu lagi babak epik dari rivalitas abadi Inggris versus Argentina. (Ahmad Haikal)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan