Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Pemkab Maros Kawal Kasus TKI Meninggal di Armenia, Chaidir Syam Upayakan Jenazah Segera Dipulangkan

Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026
Last Updated 2026-10-01T01:41:44Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 



HALOSULSEL.COM, MAROS -- Pemerintah Kabupaten Maros mengawal penanganan kasus meninggalnya tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Maros, Valenth Alexie Tamboto (24), yang meninggal dunia di Armenia.

Valenth merupakan warga Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe. Ia diduga menjadi korban pembunuhan dan saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang di Armenia.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah untuk mendampingi keluarga korban sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses penanganan berjalan maksimal.

Ia juga telah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja untuk mengunjungi keluarga korban.

“Kami baru mendapat informasi kemarin dari media sosial dan beberapa laporan. Kami sudah mengunjungi keluarga untuk memberikan semangat dan insyaallah mencari jalan keluarnya,” katanya, Selasa, 21 Juli 2026.

Selain mendampingi keluarga, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan, kementerian telah menindaklanjuti laporan tersebut dan menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv, Ukraina, yang menangani urusan diplomatik Indonesia di Armenia.

“Update sampai sekarang sudah dilakukan tindak lanjut dari kementerian dan sudah melakukan komunikasi dengan KBRI Kyiv. Mudah-mudahan informasi dari KBRI bisa segera turun karena masih dalam tahap investigasi. Kementerian juga menyampaikan akan melaporkan perkembangan kepada kami,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta dukungan anggota DPR RI Dapil Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi, agar turut mengawal penanganan kasus tersebut melalui koordinasi dengan anggota DPR RI, Uya Kuya.

Chaidir berharap proses investigasi segera rampung sehingga penyebab kematian korban dapat terungkap dan jenazah Valenth dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

“Kami akan terus berusaha supaya doa keluarga adinda Valenth ini, agar jenazahnya bisa dipulangkan ke Indonesia, bisa kita wujudkan. Kita doakan bersama,” tuturnya.

Kepala Desa Moncongloe Lappara, Sirajuddin, mengatakan keluarga korban telah menetap di desa tersebut sekitar empat hingga lima tahun terakhir.

Valenth merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan baru sekitar tiga bulan bekerja di Armenia sebagai pekerja migran Indonesia.

Sebelum berangkat ke Armenia, ia diketahui pernah bekerja di Filipina selama beberapa tahun. Meski demikian, pemerintah desa belum mengetahui secara pasti kronologi meninggalnya korban.

“Kalau informasi yang beredar memang diduga pembunuhan. Tapi kami masih menunggu informasi resmi,” imbuhnya.

Adik korban, Arnold Tamboto, mengaku masih sempat berkomunikasi dengan kakaknya melalui aplikasi Telegram pada dini hari sebelum kabar duka diterimanya.

Menurut Arnold, percakapan terakhir mereka berlangsung seperti biasa tanpa ada tanda-tanda yang mencurigakan.

“Setelah tanya kabar tengah malam sudah putus kontak. Besok paginya saya chat lagi, tapi Telegram-nya masih centang satu. Siang saya chat lagi masih centang satu. Sore saya chat lagi masih centang satu. Terakhir saya chat sekitar jam tujuh malam juga masih centang satu,” ungkapnya.

Arnold mengira kakaknya sedang beristirahat karena saat itu bertepatan dengan hari libur bekerja. Namun sekitar pukul 23.30 Wita, ia menerima telepon dari pamannya yang menyampaikan kabar duka.

“‘Noe, kamu sudah siap dengar ini? Kakakmu meninggal.’ Saya langsung syok. Saya hanya diam setelah mendengar itu,” tuturnya.

Tak lama kemudian, Arnold kembali menerima panggilan yang disambungkan dengan kekasih Valenth untuk memastikan kabar tersebut.

Arnold juga mengungkapkan, salah satu orang yang diduga terlibat dalam kasus itu merupakan warga Makassar. Menurutnya, pria tersebut adalah teman sekamar korban di mes perusahaan sekaligus orang yang merekrut Valenth bekerja di Armenia.

“Dia yang dicurigai sebagai otak pembunuhan ini. Dia yang meng-hire kakak saya, tapi dia juga sudah ditangkap,” ungkapnya.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan pelaku dan motif pembunuhan tersebut masih berdasarkan keterangan yang diterima pihak keluarga.

Hingga kini, aparat penegak hukum di Armenia masih melakukan penyelidikan dan belum mengumumkan hasil resmi terkait penyebab maupun pelaku dalam kasus tersebut.(*)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan