Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Reses AD Mayang Diserbu Ratusan Warga, Jalan Paria - Tosora Jadi Aspirasi Utama

Zahar Zha
Kamis, 16 Juli 2026
Last Updated 2026-07-16T12:24:04Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSULSEL.COM, WAJO --
Ratusan warga dari Desa Cinnongtabi, Desa Tosora, dan Desa Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng, memadati kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo, AD Mayang, Kamis (16/7/2026).


Selain menjadi wadah menyerap aspirasi, Legislator Partai Demokrat itu juga menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Tosora serta sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan Kabupaten Wajo.


Suasana berlangsung hangat. Warga tidak hanya datang untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan sebelum mengikuti dialog bersama anggota DPRD dan organisasi perangkat daerah.


Dalam sambutannya, AD Mayang mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan masyarakat kepadanya.


"Sudah 17 tahun saya mengabdi sebagai anggota DPRD. Kehadiran kami hari ini bukan sekadar bertemu masyarakat, tetapi bagaimana kami bisa menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi warga," ujarnya.

Ketgam: Tampak Antusias warga memadati reses Ketua Komisi IV DPRD Wajo, AD Mayang di Desa Cinnongtabi Kecamatan Majauleng.

Pada kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian Kabupaten Wajo, serta BPJS Kesehatan. Kehadiran sejumlah instansi itu diharapkan dapat memberikan penjelasan langsung terhadap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.


Dalam sesi dialog, aspirasi yang paling banyak disuarakan warga adalah pembangunan ruas jalan Tosora - Cinnongtabi serta ruas jalan Poros Ladua - Wajowajo - Gancennge yang hingga kini belum juga mendapat penanganan.


"Kami sudah terlalu lama menunggu pembangunan jalan Paria - Tosora khususnya di Desa Cinnongtabi. Kami ingin mengetahui mengapa sampai hari ini belum juga dikerjakan," ujar Bur, salah seorang tokoh masyarakat Cinnongtabi.


Selain jalan, warga juga menyampaikan keluhan mengenai keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi, program Listrik Masuk Sawah (LISA), rehabilitasi ruang belajar SD Negeri 174 Tajo, perbaikan atap SD Negeri 163 Tellulimpoe, perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD yang insentifnya masih bergantung pada Dana Desa, pelayanan BPJS Kesehatan, hingga kelangkaan tabung LPG 3 kilogram.


Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Wajo menjelaskan bahwa sejumlah usulan pembangunan jalan di Kecamatan Majauleng telah diajukan. Namun, akibat keterbatasan anggaran, tahun ini baru dua ruas jalan yang dapat diakomodasi, yakni ruas Atapannge - Aluppang dan Tosora - Aluppang.


"Kami berharap usulan lainnya dapat segera menyusul. Saat ini pemerintah masih melakukan penyesuaian sesuai skala prioritas akibat efisiensi anggaran," jelasnya.


Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Wajo memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Wajo sebenarnya mencukupi. Keterlambatan distribusi yang terjadi lebih disebabkan oleh kendala mobilisasi armada pengangkut yang harus mengantre pengisian BBM.


Terkait program Listrik Masuk Sawah (LISA), kelompok tani diminta segera mengajukan proposal melalui penyusunan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).


"Di Kementerian Pertanian ada program optimalisasi lahan nonrawa. Tahun ini terdapat 161 kelompok tani yang mendapat alokasi dengan sekitar 360 titik bor. Kami berharap kelompok tani segera mengusulkan CPCL agar dapat dipertimbangkan pada program berikutnya," terang perwakilan Dinas Pertanian.


Menutup kegiatan reses, AD Mayang menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangannya di DPRD Kabupaten Wajo.


Khusus mengenai pembangunan jalan Tosora - Cinnongtabi, ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wajo.


"Insya Allah dalam waktu dekat saya akan mengajak perwakilan masyarakat bertemu langsung dengan Bupati Wajo untuk menyampaikan persoalan ini. Minimal ada solusi sementara melalui pola swakelola sehingga jalan yang rusak bisa segera diperbaiki sambil menunggu pembangunan secara menyeluruh," tegasnya.


Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga, khususnya di Kecamatan Majauleng. (Humas DPRD Wajo)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan