HALOSULSEL.COM, JAKARTA -- Harapan masyarakat di desa terpencil dan wilayah kepulauan di Sulawesi Selatan untuk menikmati listrik yang andal terus diperjuangkan.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia guna mengusulkan percepatan Program Listrik Desa (Lisdes) di sejumlah wilayah yang hingga kini masih memiliki keterbatasan akses energi.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan kebutuhan listrik bagi puluhan ribu kepala keluarga di Sulawesi Selatan, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan Kabupaten Selayar dan Kabupaten Pangkep.
Menurut Andi Sudirman, program tersebut sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian ESDM dalam memperluas akses listrik hingga ke daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Usulan yang disampaikan tidak hanya mencakup perluasan jaringan listrik, tetapi juga berbagai solusi energi sesuai dengan karakteristik wilayah. Di antaranya pemasangan SuperSUN, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal, serta program kelistrikan lainnya yang dinilai mampu menjangkau daerah terpencil dan kepulauan.
Selain membahas akses listrik, Andi Sudirman bersama Bupati Kepulauan Selayar juga mengusulkan pembangunan storage tank atau tangki penampungan BBM di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan bakar, terutama saat cuaca ekstrem yang kerap menghambat distribusi BBM ke wilayah kepulauan.
"Kami berharap seluruh usulan ini dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat di desa terpencil dan wilayah kepulauan bisa menikmati layanan listrik yang stabil selama 24 jam setiap hari, sekaligus memperoleh jaminan pasokan BBM yang lebih aman," harap Andi Sudirman.
Apabila terealisasi, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas usaha di wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur energi. (Hamdan)

