HALOSULSEL.COM, WAJO -- Langkah Polsek Urban Pitumpanua menertibkan dan mengecek penggunaan barcode kendaraan di SPBU Pertamina Kecamatan Pitumpanua mendapat apresiasi dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Herman Arif.
Menurut Herman Arif, langkah tersebut patut dicontoh oleh jajaran kepolisian lainnya, khususnya di wilayah yang memiliki SPBU. Ia mendorong seluruh Polsek, bahkan Polres, untuk turut melakukan pemeriksaan langsung terhadap penggunaan barcode demi mengurai antrean dan mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Seharusnya seluruh Polsek yang wilayahnya memiliki SPBU, atau Polres sekalipun, harus turun memeriksa satu per satu barcode di SPBU untuk membantu mengurai antrean,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DRPD Wajo ini, Selasa (25/8/2026).
Ia menegaskan, persoalan BBM bersubsidi tidak boleh dibiarkan menjadi beban masyarakat semata.
“Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri. Semua stakeholder yang berkaitan dengan subsidi pemerintah harus bersama-sama melakukan pengawasan untuk meminimalisir penyalahgunaan BBM bersubsidi,” tegasnya.
Herman Arif berharap langkah pengawasan seperti yang dilakukan Polsek Urban Pitumpanua dapat terus diperluas sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga hak masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
Sebelumnya, Polsek Urban Pitumpanua melakukan penertiban dan pengecekan penggunaan barcode di SPBU Pertamina Kelurahan Bulete dan SPBU Pertamina Kelurahan Tobarakka.
Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Urban Pitumpanua Kompol H. Muhammad Anwar tersebut menyasar kendaraan pengguna barcode, termasuk nelayan dan petani yang menggunakan rekomendasi resmi dari instansi terkait.
Dalam pengecekan tersebut, petugas tidak menemukan adanya penyalahgunaan barcode maupun rekomendasi pengisian BBM. Petugas juga mengimbau masyarakat dan pengelola SPBU agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku demi menjaga distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran, tertib, dan aman. (*)

