Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Kreativitas Warga Lempa Curi Perhatian, Sulap STAN Kemah Jadi Miniatur Gerbang Kota Sengkang

Zahar Zha
Minggu, 09 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-10T00:16:04Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSULSEL.COM, WAJO --
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke pelosok desa. Di Kecamatan Pammana, kemeriahan pesta rakyat tahunan itu diramaikan dengan kreativitas masing-masing desa melalui stan perkemahan yang digelar di Maroanging, Kecamatan Pammana.


Seluruh desa di Kecamatan Pammana turut ambil bagian. Mereka tidak sekadar mendirikan stan, tetapi juga berusaha menampilkan ciri khas dan identitas wilayah masing-masing dalam bentuk bangunan yang unik dan kreatif. Salah satunya Desa Lempa. 


Bukan Sekadar Stan Perkemahan, Desa Lempa Bawa Identitas Kampung ke Semarak Kemerdekaan


Desa yang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Tempe itu memilih konsep yang cukup menarik. Stan perkemahan Desa Lempa mengadopsi bentuk pintu gerbang selamat datang "Kota Sengkang" yang berada di kawasan Ulugalung, Desa Lempa.


Konsep tersebut bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat Wajo, Desa Lempa memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pintu masuk menuju Kota Sengkang dari arah Kabupaten Bone dan Soppeng.


Nuansa gerbang tersebut kemudian dituangkan ke dalam stan perkemahan sebagai bentuk kreativitas sekaligus cara sederhana memperkenalkan identitas Desa Lempa kepada masyarakat yang datang berkunjung.


Poto: Stan Kemah Desa Lempa warnai semarak peringatan Hari Kemerdekaan di Maroanging Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.


Pj Kepala Desa Lempa, Henri Sultan mengatakan keikutsertaan Desa Lempa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat bersama untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.


Menurutnya, momentum 17 Agustus bukan hanya tentang perlombaan dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan gotong royong serta menunjukkan kreativitas warga.


“Kami ingin memeriahkan hari kemerdekaan dengan sesuatu yang memiliki ciri khas. Karena Desa Lempa merupakan salah satu gerbang masuk Kota Sengkang, kami memilih konsep gerbang tersebut untuk stan perkemahan kami,” ujar Henri.


Ia mengatakan, proses pembuatan stan juga menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan. Masyarakat bersama pemerintah desa bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan agar stan tersebut dapat tampil menarik.


“Yang paling penting bukan hanya bentuk stannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa bersama-sama terlibat. Semangat gotong royong seperti inilah yang ingin kita hidupkan dalam momentum kemerdekaan,” katanya.


Henrik berharap kegiatan semarak 17-an di Kecamatan Pammana dapat terus menjadi agenda yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai desa dalam suasana penuh kegembiraan.


Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif yang dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.


“Kemerdekaan ini kita isi dengan kebersamaan, kreativitas dan kegembiraan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi kenangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kemerdekaan dirayakan dengan semangat persatuan,” tuturnya.


Dengan mengangkat ikon gerbang selamat datang, Desa Lempa tidak hanya ikut memeriahkan pesta 17-an, tetapi juga membawa cerita dan identitas desanya ke tengah perayaan kemerdekaan. (Zah)


 


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan