HALOSPORT, BUENOS AIRES -- Sebuah era akhirnya berakhir. Lionel Messi resmi menutup perjalanan panjangnya bersama Tim Nasional Argentina setelah lebih dari dua dekade mengenakan jersey Albiceleste.
Perpisahan itu berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa (6/10/2026) malam waktu setempat. Di hadapan puluhan ribu suporter Argentina, Messi memainkan laga terakhirnya sekaligus menghadirkan penutup yang nyaris sempurna: satu gol dan dua assist dalam kemenangan 3-0 atas Benin.
Namun, malam itu bukan sekadar pertandingan. Monumental berubah menjadi panggung perpisahan untuk pemain yang selama 21 tahun menjadi wajah, kapten, sekaligus simbol sepak bola Argentina.
Emosi bahkan sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Saat lagu kebangsaan Argentina berkumandang, Messi tak mampu menahan air mata. Didampingi ketiga anaknya, Thiago, Mateo, dan Ciro, sang kapten terlihat begitu emosional menjalani momen terakhirnya bersama tim nasional di hadapan publik Argentina.
Setelah pertandingan berakhir, Messi kembali larut dalam emosi. Ia mengaku sulit menemukan kata-kata untuk menggambarkan perjalanan panjangnya bersama Argentina.
"Sangat sulit mengatakan sesuatu hari ini, ada begitu banyak emosi," ujar Messi dalam momen perpisahannya.
Ia kemudian mengenang berbagai fase yang telah dilaluinya. Ada kekalahan, kritik, final yang gagal dimenangkan, hingga akhirnya masa kejayaan yang membawa Argentina kembali ke puncak sepak bola dunia.
Dari Air Mata Menuju Puncak Dunia
Perjalanan Messi bersama Argentina tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menjadi sasaran kritik ketika Argentina gagal meraih gelar dan harus menerima kekalahan di sejumlah pertandingan penting.
Namun Messi tidak menyerah. Ia terus kembali, terus berjuang, hingga akhirnya penantian panjang itu terbayar. Copa America 2021 menjadi awal kebangkitan besar Argentina. Setahun kemudian, Messi mengangkat trofi Finalissima sebelum mencapai puncak tertinggi dengan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kesuksesan itu berlanjut dengan gelar Copa America 2024. Empat trofi utama tersebut menjadi bagian dari warisan Messi bersama tim senior Argentina. ([AFA Resmi][4])
"Jadi bagian dari tim nasional Argentina adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya," kata Messi dalam pidato perpisahannya.
Kini, Perjalanan Itu Benar-benar Selesai
AFA mencatat Messi mengakhiri kariernya bersama tim senior Argentina dengan **207 penampilan, 125 gol, dan 66 assist**. Ia menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina. ([AFA Resmi][1])
Bukan hanya itu. Messi juga menutup perjalanan internasionalnya setelah tampil dalam enam Piala Dunia dan tujuh edisi Copa America. Namanya kini melekat pada salah satu periode paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina.
Gol Terakhir, Tirai Terakhir
Pada laga terakhirnya melawan Benin, Messi kembali menunjukkan mengapa dirinya begitu sulit digantikan.
Argentina lebih dulu membuka keunggulan melalui Nicolás Otamendi. Nicolás Paz kemudian menggandakan keunggulan sebelum Messi menutup pesta dengan golnya pada penghujung pertandingan.
Dua assist dan satu gol membuat malam terakhir Messi bersama Argentina terasa begitu sempurna. FIFA menyebut penampilan tersebut sebagai penutup yang sangat pantas bagi karier internasional sang megabintang.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni pun tak kuasa menyembunyikan emosinya. Ia menyebut Messi meninggalkan warisan yang luar biasa dan mengakui bahwa sepak bola Argentina akan sulit menemukan sosok dengan aura yang sama.
"Tidak akan ada yang seperti dia lagi di lapangan," kata Scaloni.
Messi kini meninggalkan tim nasional dengan trofi, rekor, gol, assist, dan jutaan kenangan. Tetapi warisan terbesarnya mungkin bukan sekadar angka.
Ia adalah kisah tentang seorang pemain yang pernah dihujani kritik, jatuh berkali-kali, kehilangan sejumlah final, lalu kembali berdiri hingga akhirnya mengangkat trofi yang paling diimpikannya.
Dari Budapest pada 2005 hingga Monumental pada 2026, perjalanan itu berlangsung lebih dari dua dekade.
Kini, jersey nomor 10 itu kehilangan pemiliknya. Namun nama Lionel Messi akan selamanya menjadi bagian dari sejarah Argentina.
(Ahmad Haikal)

