Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Prabowo Ultimatum TNI-Polri, Larang Jadi Pelindung Judi, Narkoba, dan Kejahatan Lain

Zahar Zha
Sabtu, 16 Mei 2026
Last Updated 2026-05-16T11:13:59Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


HALOSUSEL.COM, NGANJUK --
Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras dan tegas kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia menegaskan, aparat negara wajib berdiri di garis terdepan penegakan hukum, bukan justru menjadi tameng atau pelindung bagi praktik-praktik kejahatan dan aktivitas ilegal yang merugikan rakyat.


Pesan keras ini disampaikan langsung Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), dalam arak-arakan sambutan yang disiarkan secara luas.


“Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran. Tidak boleh ada lagi yang jadi backing atau pelindung macam-macam kejahatan,” tegas Prabowo dengan nada serius.


Menurut Kepala Negara, seluruh anggota TNI dan Polri digaji sepenuhnya dari uang rakyat. Oleh sebab itu, tugas utama dan satu-satunya adalah bekerja demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat luas. Ia mengingatkan agar sama sekali tidak boleh ada lagi oknum aparat yang terlibat, membantu, atau membiarkan praktik penyelundupan, peredaran narkoba, perjudian, maupun bentuk kejahatan lainnya.


Prabowo bahkan meminta para pucuk pimpinan, mulai dari Panglima TNI hingga Kapolri, untuk melakukan pembenahan total di lingkungan masing-masing. Keberanian melakukan evaluasi dan pembersihan internal menjadi syarat mutlak agar institusi bersih dari oknum yang menyimpang dari jalan yang benar.


“Seluruh aparat harus berani memperbaiki diri, membersihkan diri, dan berani mengoreksi kesalahan sendiri. Jangan sampai justru aparatlah yang berada di balik segala penyelewengan dan pelanggaran hukum,” tambahnya.


Lebih jauh, Presiden mengingatkan kembali jati diri kedua institusi tersebut: TNI adalah tentara rakyat, dan Polri adalah pelindung serta pengayom rakyat. Ia mengapresiasi langkah pembenahan yang mulai dijalankan para pimpinan saat ini agar cita-cita itu benar-benar terwujud.


Tak hanya soal penegakan hukum, Prabowo juga menyoroti peran strategis aparat dalam pembangunan nasional. Ia memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif TNI dan Polri dalam mendukung program pemerintah, salah satunya dengan turun langsung membantu masyarakat mewujudkan swasembada pangan.


“Inilah wujud sesungguhnya: TNI adalah tentara rakyat, dan Polri adalah polisi rakyat yang hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung kembali kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah sebagai pelajaran berharga bagi bangsa. Menurutnya, tragedi kelam itu seharusnya tidak pernah terjadi apabila nilai-nilai kemanusiaan dan dasar negara benar-benar dipegang teguh dan diterapkan dengan jujur.


Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal tegas dari pemerintah: reformasi besar-besaran di lingkungan institusi keamanan akan terus didorong, demi menciptakan kekuatan pertahanan dan keamanan yang profesional, bersih, bebas dari kepentingan kelompok, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia. (Aby)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan